Pati, 3 Juni 2026 – Sorak tepuk tangan penonton menggema di halaman Kampus IPMAFA ketika para penari dari Sanggar Tari PGMI melangkah anggun ke atas panggung. Penampilan mereka menjadi salah satu momen yang paling dinantikan dalam rangkaian Festival DEMA Syari’ah dan Ekonomi Islam 2026 yang mengusung tema “Sinergi Intelektual, Aksi Sosial, dan Ekonomi Kreatif.” Di tengah berbagai kegiatan akademik, sosial, dan ekonomi yang berlangsung sepanjang hari, kehadiran Sanggar Tari PGMI berhasil menghadirkan warna budaya yang memikat perhatian para pengunjung.

 

Dengan balutan kostum yang indah dan gerakan yang harmonis, para penari menampilkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya


menjaga warisan budaya di tengah perkembangan zaman. Setiap gerakan yang dibawakan mencerminkan kekayaan seni tradisional yang tetap hidup melalui tangan-tangan generasi muda. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa budaya tidak sekadar menjadi peninggalan masa lalu, melainkan identitas yang terus dirawat dan diwariskan.

 

Sejak musik pengiring mulai dimainkan, perhatian penonton langsung tertuju pada panggung. Mahasiswa, dosen, hingga masyarakat yang hadir tampak antusias menyaksikan setiap rangkaian tarian yang ditampilkan. Suasana festival yang semula dipenuhi aktivitas bazar dan diskusi akademik berubah menjadi panggung apresiasi seni yang penuh semangat. Kehadiran Sanggar Tari PGMI tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya yang memperkenalkan nilai-nilai tradisi kepada generasi muda.

 

 

Partisipasi Sanggar Tari PGMI dalam festival ini menunjukkan bahwa seni memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya sinergi antara intelektualitas, kepedulian sosial, dan kreativitas. Di tengah arus modernisasi yang semakin kuat, para anggota sanggar membuktikan bahwa budaya lokal masih memiliki tempat yang istimewa di hati masyarakat. Melalui latihan yang disiplin dan dedikasi yang tinggi, mereka berhasil menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga membangkitkan rasa bangga terhadap budaya bangsa.

 

Penampilan Sanggar Tari PGMI pada Festival DEMA Syari’ah dan Ekonomi Islam 2026 menjadi lebih dari sekadar pentas seni. Ia menjadi simbol bahwa mahasiswa mampu berperan sebagai agen pelestari budaya sekaligus penggerak kreativitas. Di balik gemulai gerakan para penari, tersimpan semangat untuk menjaga identitas budaya agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman. Pada akhirnya, tepuk tangan panjang yang mengiringi akhir pertunjukan menjadi bukti bahwa seni budaya masih memiliki ruang yang kuat untuk menyatukan, menginspirasi, dan menghidupkan semangat kebersamaan.