Header Ads

Header Ads

        (22/11/20) Pada diskusi ibtida’ yang keempat kali ini menghadirkan Narasumber yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Beliau yakni KH. Muhammad Mahrus, Lc., M. Pd. I yang merupakan dosen Agama di UIN Alauddin Makassar sekaligus Wakasek MA Al-Atthirah, sekolah milik Mantan Presiden RI, Jusuf Kalla. Antusiasme yang tinggi datang dari para audience yang berasal dari berbagai latar belakang, baik dari kalangan mahasiswa hingga para pendidik dan karyawan sehingga diskusi berjalan secara interaktif. Selain itu, materi yang diangkat sangat menarik dengan tema “Manajemen Madrasah Saat Pembelajaran Jarak Jauh di Indonesia Timur”. Manajemen merupakan sebuah proses dimana seseorang dapat mengatur sesuatu yang dikerjakan oleh individu atau kelompok. Jika seseorang ingin berhasil dalam memanajemen sekolah maka lembaga sekolah harus mensinkronkan sistem managemen sekolah bersama para staf dan guru. 

         Masa pandemik covid-19 adalah masa dimana segala sesuatu dilaksanakan dalam keadaan daring (dalam jaringan), keadaan yang tidak memungkinkan dilaksannya pembelajaran jarak jauh dengan tatap muka, menjadikan lembaga sekolah harus menyusun sebuah metode pembelajaran jarak jauh dalam kondisi new normal ini. Keadaan seperti ini harus ditanggapi secara bijak, segala protokol yang telah dibuat sebisa mungkin untuk kita patuhi bersama. Peralihan sistem pembelajaran yang mulai diberlakukan pada bulan April mengharuskan pihak sekolah termasuk guru untuk merancang ulang system pembelajaran jarak jauh yang efektif dan efisien sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Sistem ini mencakup perencanaan model pembelajaran, sarana-prasarana atau media pembelajaran, hingga system komunikasi dengan wali murid dan peserta didik. Selain itu, kurikulum yang tepat juga berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran jarak jauh. Perpaduan antara kurikulum dan system yang terancang dengan tepat akan terwujud pembelajaran yang baik. Untuk itu diperlukan kerjasama yang baik oleh semua elemen sekolah dengan wali peserta didik. 

         Dalam perjalananya suatu proses tentu akan ditemukan kendala yang menghambat tercapainya tujuan, termasuk pembelajaran jarak jauh. Hambatan yang sering ditemui diantaranya terbatasnya sarana prasarana, kurangnya adaptasi dengan teknologi dan system IT, hingga sulitnya kontroling peserta didik. Solusi yang dapat diterapkan dalam mengatasi hambatan tersebut diantaranya, yakni menyediakan pengadaan sarana prasarana, membuat form controlling, dan melakukan pendekatan secara personal dan intens baik dengan peserta didik maupun dengan walinya.