Header Ads

Header Ads

Tulisan Mahasiswa : KULIAH DI PRODI PGMI IPMAFA MEMBUAT KAYA (WAWASAN)

 

Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah merupakan salah satu program studi di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan di Perguruan Tinggi Agama Islam di seluruh Indonesia, baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta. Program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah disiapkan untuk mendidik calon guru pada tingkat dasar (MI/SD). Menjadi seorang guru adalah menjadi orang yang senantiasa selalu bisa memberikan energi positif bagi orang di sekitarnya, terutama bagi peserta didik. Tujuan umum dari Program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah adalah untuk menghasilkan lulusan yang terampil dan mahir berpendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah yang bermanfaat.

Dahulu Madrasah Ibtidaiyah tidak menarik dan tidak menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk mensekolahkan anak-anaknya, karena MI dianggap tidak berkualitas. Padahal Guru Madrasah Ibtidaiyah merupakan Guru kelas yang dituntut untuk mengajar seluruh materi di kelas tersebut, yakni materi pada pendidikan dasar dan keagamaan. Akan tetapi, sekarang sudah banyak Madrasah Ibtidaiyah yang baik dan menjadi favorit masyarakat. Karena sudah banyak madrasah yang berkembang dan sebagai madrasah modern. Sebagai bukti dan contoh sudah terdapat Madrasah yang ideal, yang lengkap akan fasilitasnya, bagus kualitas pendidiknya dan banyak prestasi yang dicapai.

Meskipun MI dan SD dikatakan setara, untuk PGMI dan PGSD tentu berbeda, PGMI mempunyai nilai plus karena tidak hanya mempelajari ilmu umum secara mendalam juga mempelajari ilmu agama. Sama halnya dengan prodi lain, untuk dapat masuk di prodi PGMI ada seleksi dan syarat-syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu. PGMI sendiri hanya terdapat di Sekolah Tinggi yang berbasis islam saja. Salah satunya terdapat di Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA). Banyak sekali yang kita pelajari di PGMI, meskipun opini di masyarakat mengatakan bahwa di PGMI enak ya hanya menyanyi dan menari saja. Jangan salah, banyak hal yang kita pelajari disini. Misalnya kepramukaan, keagamaan, kesenian, karya seni tangan, membuat perangkat pembelajaran tentang kurikulum dan lain sebagainya.

Di PGMI IPMAFA kita dituntut untuk bisa banyak hal, karena kita dipersiapkan menjadi guru kelas, untuk kurikulum 2013 sendiri menjadi guru kelas harus memegang beberapa mata pelajaran yaitu, IPA, IPS, Matematika, Bahasa Indonesia, Seni Budaya, PJOK, dan PKN. Tidak hanya materi umum saja, tetapi juga materi keagamaan seperti Ulumul Hadist, Ulumul Qur’an, Aswaja, Ilmu Mantiq, Fiqih, Qur’an Hadist, Aqidah Akhlak, SKI. Selain itu ada juga Mata Kuliah Seni Tari dan Seni Suara. Mahasiswa dituntut untuk praktik menari dan juga menyanyi, karena di MI biasanya anak-anak suka menyanyi dan menari. Hal tersebut akan membuat pembelajaran akan bervariasai sehingga akan membuat anak senang. Keterampilan menari dan bernyanyi juga akan di tampilkan dalam acara-acara penting atau perlombaan. Seperti, perpisahan ketika kelas VI atau pada peringatan acara 17 Agustus.

Mata Kuliah tersebut sewaktu-waktu dapat berubah sesuai dengan kebijakan pihak kampus. Daftar mata kuliah di atas dapat menjadi gambaran apa saja yang dipelajari di PGMI. Banyak yang menganggap remeh jurusan PGMI karena hanya dapat mengajar maksimal di jenjang MI/SD saja, padahal tidak mudah juga menjadi guru MI karena kita menghadapi peserta didik yang kondisi psikisnya masih labil. Apalagi di usia MI adalah usia yang sangat krusial bagi anak-anak karena anak-anak belajar pertama kali banyak hal. Sehingga lulusan PGMI diharapkan bukan hanya memahami karakter anak MI tetapi juga diharapkan dapat mencegah dan mengatasi masalah-masalah yang timbul pada proses pembelajaran di MI.


Oleh : Eva Putri Kurniawati