Inayatul Ulya MSI, Kaprodi PGMI Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati Jawa Tengah menjadi salah satu peserta dalam Rapat Asosiasi Dosen PGMI se-Indonesia yang diberi kesempatan menyampaikan pemikirannya dalam Seminar Nasional digelar pada tanggal 20 Mei 2017 di Banda Aceh tepatnya di Hotel grand Grand Nangroe.

Dalam presentasinya, dosen yang akrab disama Bu Ina ini menyampaikan bahwa salah satu problem yg dihadapi perguruan tinggi akhir-akhir ini adalah banyaknya lulusan yang tidak dapat terserap dalam dunia kerja. Masalah lain yang muncul adalah rendahnya kompetensi lulusan sehingga out put perguruan tinggi memiliki daya saing rendah dalam dunia kerja. Kondisi tersebut juga didukung oleh kenyataan bahwa sebagian besar lulusan perguruan tinggi cenderung lebih sebagai pencari kerja (job seeker) dibanding sebagai pencipta lapangan kerja (job creator).

Problem tersebut seharusnya disadari oleh pengelola perguruan tinggi khususnya PTKI untuk melakukan evaluasi. Diantara solusi untuk merespon hal tersebut adalah dengan melakukan Pengembangan entrepreneurship di PTKI.

Ina menyampaikan bahwa diantara strategi yang dapat dilakukan dengan mengembangkan kewirausahaan dalam berbagai kegiatan di PTKI, memasukkan kewirausahaan dalam struktur mata kuliah, pelatihan kewirausahaan, pemagangan mahasiswa dalam dunia industri, membentuk inkubator bisnis dan praktek berwirausaha. Pengembangan entrepreneurship ini diperlukan dalam rangka merespon link and match antara out put PTKI dengan lapangan kerja.

Pengembangan entrepreneurship di PTKI ini diharapkan dapat menekan angka penganggguran terdidik karena mindset lulusan tidak hanya diarahkan untuk mencari pekerjaan, tetapi juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Lebih spesifik, Inayah menegaskan pengembangan entrepreneurship tersebut hendaklah juga direspon oleh Program Studi PGMI sebagai bentuk respon atas konsep link and match agar lulusan Prodi PGMI memiliki keterampilan lain dalam bidang kewirausahaan disamping keterampilan utama menjadi guru MI.

Menutup presentasinya, Kaprodi PGMI IPMAFA tersebut menyampaikan bahwa Prodi PGMI Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA)  yang baru memiliki izin operasional pada Bulan Juni 2015 berdasarkan SK Direktur Jendral Pendidikan Islam Nomor 3668 Tahun 2015, saat ini telah berkomitmen dan berada dalam proses untuk mengembangkan entrepreneurship  dalam kurikulum pendidikannya sebagai distingsi yang membedakan Prodi PGMI di Institut Pesantren Mathali’ul Falah dengan Prodi PGMI di tempat lain. Kebijakan memilih entrepreneurship sebagai distingsi di Prodi PGMI tersebut kemudian masuk dalam desain integrasi dan pengembangan kurikulum di Prodi PGMI Institut Pesantren Mathali’ul Falah.

Share To:

Post A Comment:

0 comments so far,add yours