IPMAFA - Program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) menyelenggarakan Workshop Kurikulum bebasis KKNI pada Senin (29/2/2016). Acara yang berlangsung sehari penuh mulai pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB ini menghadirkan Ketua Asosiasi Dosen PGMI, Dr. Fauzan, MA., sebagai narasumber. Workshop dibuka langsung oleh Rektor IPMAFA, Abdul Ghofarrozien, M.Ed.

Penyelanggaraan workshop ini bertujuan untuk menghasilkan kerangka acuan penyusunan kurikulum yang sesuai KKNI bagi Prodi di lingkungan Fakultas Tarbiyah IPMAFA khususnya Prodi PGMI.
Dalam sambutannya, Rektor Ipmafa yang akrab disapa Gus Rozin ini berharap prodi PGMI mampu mengangkat martabat madrasah yang masih dianggap sebagai sekolah kelas dua menjadi sekolah yang sejajar atau bahkan lebih baik dari sekolah negeri. “Kurikulum yang utuh bukan sekedar daftar mata kuliah dan referensi, tetapi memiliki ruh dan karakter yang kuat dan khas pendidikan Islam”, demikian pesan Gus Rozin.

Workshop diikuti oleh dosen-dosen yang berada di bawah homebase Prodi PGMI. Turut hadir pula Wakil Rektor I, A. Dimyati, M.Ag, Dekan Fakultas Tarbiyah IPMAFA, Agus Syakroni, M.Pd, Kaprodi dan Sekprodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), serta Kaprodi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA).

Menurut Dr. Fauzan, lahirnya Prodi PGMI bertujuan untuk menghasilkan guru kelas MI yang professional terutama terkait lima mata pelajaran pokok di SD/MI, yaitu Bahasa Indonesia, IPA, IPS, PKN, dan Matematika. Tentu saja dengan tidak melupakan atau melemahkan kekhasan MI, yaitu ilmu keagamaan (Islam), melalui penyusunan kurikulum berbasis KKNI.

“KKNI bukanlah kurikulum, melainkan kerangka acuan untuk menyusun kurikulum. KKNI adalah pengakuan secara nasional (terkait kualitas prodi) tanpa membedakan perguruan tinggi”, imbuh lelaki yang juga menjadi Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kegiatan workshop berangkat dari visi PGMI menjadi pusat pengembangan pendidikan dasar Islam (MI) berbasis riset dan nilai-nilai pesanten pada tahun 2025. Oleh karena itu, kerangka kurikulum menjadi jalan yang harus dilalui untuk mewujudkan visi dan misi tersebut. Fauzan menambahkan, ”Arah KKNI bermaksud untuk mengubah paradigma dari statis ke dinamis, dari biasa menjadi luar biasa”. Dengan demikian kurikulum PGMI berbasis KKNI menjadi salah satu faktor kunci dalam upaya menghasilkan pembelajaran yang berkualitas.


Share To:

Post A Comment:

0 comments so far,add yours